Rabu, 09 Februari 2011

Kuota Haji Indonesia Bertambah 14 Ribu

Menteri Agama RI melalui staf ahli khususnya, Hj Ermayani mengatakan, kuota haji Indonesia 2011 ditargetkan 238 ribu orang. Target ini diyakini bisa dicapai, kendati belum ditetapkan pembagian kuota untus seluruh provinsi.

"Kita mendapat tambahan kuota 14.000 dari tahun lalu yang hanya 221.000 orang," katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan pemondokan jemaah 80 persen di ring I dan 100 persen di markaziah Madinah. "Kita akan berupaya lebih baik. Katering bermasalah tidak perlu dipake lagi," ujarnya di sela dialog antar umat beragam di Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (9/2/2011). (*)

Sejumlah Bank Syariah Genjot Tabungan Haji

JAKARTA--Sejumlah bank syariah berencana menggenjot tabungan haji di 2011. Head of Hajj Management Departemen, Bank Muamalat Indonesia, Jayadi mengatakan di tahun ini, pihaknya optimis mampu meningkatkan aset hingga Rp 2 triliun dari aset 2010 lalu, Rp 500 niliar rupiah.

''Kami cukup yakin akan mampu melakukan ini. Kami harap kami bisa meningkatkan nasabah dari 50.500 menjadi 100 ribu nasabah,'' katanya saat ditemui Republika, Selasa (8/2).

Produk tabungan haji Bank Muamalat terdiri dari Tabungan Arafah dengan akad wadiyah (titipan) dan Tabungan Arafah plus dengan akad mudharabah (bagi hasil). Di tahun lalu, komposisi kontribusi keduanya berbanding 70 untuk Tabungan Arafah dan 30 untuk Tabungan Arafah Plus.

''Kini, kami harapkan kontribusi bisa berkisar 60 untuk Tabungan Arafah dan 40 untuk Tabungan Arafah Plus. Kedua tabungan ini dilengkapi dengan asuransi, namun bedanya di Arafah plus selain jiwa, kita juga memberi asuransi kecelakaan dan darurat medis,'' jelasnya.

Ke depan, sejumlah strategi akan dilakukan bank syariah pertama di tanah air tersebut. Selain bekerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Bank Muamalat melakukan sejumlah promosi lainnya ke beberapa perusahaan untuk menambah nasabah, terutama melalui Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (HPHU).

Diakui Jayadi, kontribusi KBIH masih amat besar pada tabungan haji Bank Muamalat; sekitar 80 persen. Sebaran paling banyak berada di Jawa Timur dengan 40 persen nasabah, Jawa Barat 20 persen nasabah, DKI Jakarta 10 persen nasabah.

Pertumbuhan aset Bank Muamalat per 2010 meningkat sebesar 34 persen dari Rp 16,06 triliun di 2009 menjadi Rp 21,44 triliun di 2010. Dengan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 17,44 triliun dan pembiayaan mencapai Rp 15,91 triliun.

Sementara itu, Bank Mega Syariah juga menargetkan tabungan haji tumbuh dua kali lipat, hingga 250 persen, di 2011 ini. Menurut Direktur Bank Mega Syariah, Ani Murdiati, pihaknya menargetkan dana tabungan haji mampu mencapai Rp 520 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp 187 miliar.

''Untuk tahun ini kita targetkan dana tabungan haji per bulannya Rp 15 miliar. Ini berbeda dengan tahun lalu yang hanya Rp 5 miliar per bulannya,'' katanya.

Untuk menggaet nasabah, Mega Syariah memfokuskan pada gimmick (strategi pemasaran) yang disesuaikan dengan nasabah lokal. ''Selain itu, ujroh (bagi hasil) yang ada juga diturunkan, dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,8 juta,'' ujarnya.

Ia mengatakan terdapat 6.800 wilayah yang memiliki potensi besar. Hal ini meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Diutarakannya, pihaknya juga bekerja sama dengan Departemen Agama (Depag) untuk memberi sejumlah layanan tambahan pada nasabah tabungan ini, diantaranya menyelenggarakan manasik haji.

Bank Mega Syariah juga akan menggenjot pertumbuhan tabungan investasih. Ditargetkan, tabungan dengan konsep murabahah ini bisa tumbuh 100 persen, dari angka Rp 331 miliar ke angka Rp 700 miliar.

Selain itu, untuk tabungan rencana, Ani menjelaskan, pihaknya akan menargetkan pertumbuhan hingga 200 persen, dari angka Rp 7 miliar menjadi Rp 20 miliar. ''Tabungan rencana di 2011 ini akan kita package dengan umroh, diharapkan hal ini bisa meningkatkan pertumbuhannya,'' jelasnya lagi.

Dari sektor pembiayaan, Ani mengaku pihaknya masih akan bermain di sektor mikro, joint financing, dan komersial. Mega Syariah juga berencana meluncurkan pembiayaan untuk dana pensiun, dengan menggaet Taspen dan PT Pos Indonesia.

Per Desember 2010, Mega Syariah mencatat aset Rp 4,65 triliun dari tahun sebelumnya Rp 4,3 triliun. Dengan dana pihak ketiga sebesar Rp 4,047 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 3,85 triliun dan pembiayaan Rp 3,7 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya Rp 3,2 triliun.

Setiap Tahun Kab. Bandung Kehilangan Kuota Haji

(PRLM).- Tiap tahun Kab. Bandung kehilangan kuota haji sampai 130 orang akibat penentuan kuota haji yang belum berdasarkan jumlah penduduk Muslim. Di lain pihak lima kota di Jawa Barat mendapatkan tambahan kuota haji akibat membeludaknya jumlah daftar tunggu haji meski jumlah penduduknya relatif sedikit daripada Kab. Bandung.

"Seharusnya kuota haji Kab. Bandung sebanyak 2.554 orang, namun sejak tahun 2009 hanya memperoleh kuota haji 2.424 orang," kata Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kab. Bandung, H. Dede Suherman, di ruang kerjanya, Rabu (8/2).

Untuk menentukan kuota haji baru tahun 2011, kata Dede, kanwil Kemenag Jabar meminta data-data terbaru jumlah penduduk Muslim kabupaten/kota berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010. "Aspek lain yang akan dihitung dalam penentuan jumlah kuota haji kabupaten/kota adalah jumlah pendaftar haji sampai 31 Januari 2011," katanya yang menambahkan jumlah pendaftar haji di Kab. Bandung sampai akhir Januari mencapai 8.552 orang

Bukopin Bidik 5.000 Nasabah Pembiayaan Haji

JAKARTA: PT Bank Bukopin Tbk menargetkan dapat meraih 5.000 nasabah dalam produk Pembiayaan Pendaftaran Haji Bukopin pada tahun ini, dengan total pinjaman Rp125 miliar.

Produk Pembiayaan Pendaftaran Haji Bukopin (PPHB) merupakan produk repackage dari program dana talangan haji, yakni pinjaman bagi nasabah Tabungan Haji yang akan melakukan pendaftaran haji ke Kementerian Agama (Kemenag).

Produk ini diluncurkan oleh Bukopin hari ini bersama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Direktur Konsumer Bank Bukopin Lamira S Parwedi mengatakan pembiayaan ini membantu nasabah untuk mendaftarkan diri menjadi calon jemaah haji (calhaj) meskipun belum memiliki dana minimal sesuai ketentuan Kemenag, yakni Rp25 juta pada tahun ini.

“Setelah mendaftarkan mereka akan mendapat nomor urut menjadi calhaj. Sehingga pembiayaan ini akan memberikan kepastian keberangkatan haji daripada harus menabung terlebih dahulu hingga Rp25 juta,” ujarnya di Jakarta, hari ini.

PPHB menawarkan plafon pinjaman antara Rp10 juta hingga Rp25 juta, dengan tenor satu tahun dan dapat diperpanjang bila belum lunas. Pembiayaan ini tidak menerapkan bunga atau provisi tapi menetapkan biaya administrasi mulai Rp900.000 hingga Rp2,25 juta per tahun.

“Biaya administrasi itu masuk fee based income [pendapatan nonbunga],” kata dia.

PPHB ini bisa dinikmati oleh nasabah Tabungan Haji Bukopin yang memiliki saldo minimal Rp5 juta. Setelah melunasi PPHB, nasabah juga bisa membayar sisa biaya haji lewat Tabungan Haji. Pada tahun lalu, pemerintah menetapkan biaya haji sebesar US$3.912 atau sekitar Rp35,20 juta.

Menurut dia, PPHB memperbarui beberapa sistem dana talangan haji, a.l. kepastian mendapatkan kursi untuk berangkat haji.

Selain itu, keamanan pembiayaan ini juga ditingkatkan karena setiap nasabah yang belum melunasi PPHB tidak bisa membayar sisa biaya haji. “Dengan PPHB setiap nasabah yang wanprestasi dipastikan tidak bisa berangkat [naik haji],” kata dia.

Lamira mengatakan perseroan menargetkan pembiayaan ini bisa dinikmati oleh 5.000 nasabah pada tahun ini dengan nilai pembiayaan maksimal sekitar Rp125 miliar. “Oleh karena ini baru maka target kami tidak banyak,” kata dia.

Lamira optimistis pembiayaan ini mampu bersaing dengan produk serupa yang dimiliki bank lain, karena produk pinjaman ini memiliki struktur yang kompetitif.

Produk ini, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah (customer based) di Bukopin yang berpotensi menjadi nasabah pembiayaan ataupun pendanaan lainnya

Peminat Umroh Meningkat 20%

Berhaji Tunggu Lama, Peminat Umroh Meningkat 20%

SURABAYA – Karena keterbatasan kuota, umat islam yang hendak berhaji harus masuk daftar tunggu. Lamanya menunggu bisa sampai tujuh tahun sejak calon haji mendaftarkan diri. Kondisi itu menyebabkan animo umat islam untuk berumroh, yang disebut juga haji kecil, meningkat cukup signifikan pada tahun 2011 ini. Apalagi para penyelenggara umroh menyertakan agenda berwisata dalam satu paket dengan kegiatan ibadah umroh tersebut.

“Animo masyarakat untuk berumroh saat ini cukup tinggi, apalagi untuk naik haji daftar tunggunya lebih lama, sedangkan untuk ikut haji plus biayanya terbilang tinggi,” kata Direktur Ebad Wisata, Amaludin Wahab, Selasa (8/2).

“Pada tahun ini terjadi peningkatan yang cukup besar untuk paket umroh ke tanah suci Mekkah plus wisata ke berbagai tempat wisata relijius di Timur Tengah. Tahun lalu pada tiap jadwal keberangkatan umroh paling banyak diikuti hanya sekitar 700 orang. Untuk tahun 2011 ini, khususnya yang berangkat paling dekat yakni pada Maret nanti, kami akan memberangkatkan sekitar 900 orang. Ya, bisa dibilang meningkat 20 persenlah,” lanjut Amaludin.

Dikatakan Amaludin, selain faktor di atas, biaya yang jauh lebih ringan daripada pergi haji, membuat masyarakat semakin tertarik untuk pergi umroh. Untuk paket paling murah selama 10 hari hanya berkisar Rp 14 juta-an, sedangkan yang paling mahal berkisar Rp 16 juta-an.

Mengenai krisis politik yang terjadi di negara tujuan wisata rohani islam, khususnya Mesir dan Tunisia , menurut Amaludin tidak berdampak pada minat umat islam untuk mengikuti paket umroh plus wisata rohani. “Memang Mesir adalah salah satu tempat tujuan wisata rohani islam. Dengan terjadinya krisis di sana, terpaksa para konsumen harus menunggu sampai kondisi aman untuk bisa ke sana. Kita wait and see saja, atau sementara mengalihkannya ke Jerussalem,” kata Amaludin.

Seperti diberitakan Surabaya Post edisi Selasa (8/2), para pengusaha wisata rohani islam di Indonesia untuk sementara tidak memasukkan Mesir sebagai tujuan wisata menyusul krisis politik yang terjadi di negara tersebut. Mereka mengalihkan tujuan wisata itu ke Palestina dan Yordania. “Kalau untuk tujuan wisata ke Arab Saudi, khususnya Mekkah yang merupakan tempat berumroh, tidak terpengaruh oleh krisis yang terjadi di Mesir dan beberapa negara di Timur Tengah lainnya. Malah jumlah umat yang umroh terus meningkat,” ujar Amaludin.

Direktur Hira Tour and Travel, Abdul Aziz Zainudin, juga mengungkapkan bahwa tahun ini masyarakat yang akan perhi umroh meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. “Tiap keberangkatan umroh biasanya hanya sekitar 500-600 jamaah, tahun ini kami akan memberangkatkan sekitar 700-800 jamaah umroh ke tanah suci,” ungkap Abdul Aziz.

Situasi yang tidak kondusif di negara-negara Arab sempat membuat dia khawatir merembet ke Arab Saudi, sehingga mengurangi animo umat islam untuk berumroh. “Untungkah Arab Saudi aman-aman saja. Cuma, jamaah yang ingin ke Mesir terpaksa kita tolak. Kami sarankan agar ke negara lain saja, seperti Palestina atau Yordania, karena Mesir masih krisis,” ujarnya.

Arab Saudi Larang Warga Ahmadiyah Berhaji

VIVAnews - Departemen Agama Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang warga Ahmadiyah untuk melaksanakan ibadah haji . Depag menganggap keyakinan mereka terhadap Islam dinilai sesat.

Larangan tersebut sebelumnya disampaikan pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia. Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi NTB Lalu Suhaimi Ismi, larangan warga Ahmadiyah menunaikan haji datang dari Saudi Arabia dan bukan dari pemerintah.

"Apa urusannya dengan jama'ah Ahmadiyah. Orang Ahmadiyah tidak boleh naik haji sebelum mereka merubah sikap dan kembali kepada ajaran Islam yang benar,"

Keberadaan jama'ah Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat terutama di Lombok hingga saat ini diakuinya masih ada. Bahkan pihak pemerintah NTB sudah membentuk tim untuk mengajak warga Ahmadiyah itu kembali ke ajaran Islam.

Meski demikian Departemen Agama tidak melakukan proteksi jika ada warga Ahmadiyah yang mendaftar menunaikan haji. "Kalau mereka mengaku-ngaku sama artinya mereka membohongi diri dong.Kita tidak memproteksi mereka karena sifatnya nurani saja," ujarnya.

Dia menambahkan jumlah quota haji untuk NTB tahun ini mencapai 4449 orang. Jumlah itu dinilai masih bisa bertambah. Banyaknya orang yang berangkat haji dari NTB kemungkinan dapat dimanfaatkan oleh jam'ah Ahmadiyah untuk menunaikan haji. Karena itu Departemen Agama tetap akan mengawasinya.

Jumlah pengikut jama'ah Ahmadiyah di Kota Mataram saat ini diperkirakan mencapai 137 orang mereka ditampung di asrama transito Majeluk Mataram. Sebelumnya Gubernur NTB KH. Muhammad Zainul Majdi pernah meminta warga Ahmadiyah merubah sikap mereka

Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/81686-arab_saudi_larang_warga_ahmadiyah_berhaji

Selasa, 08 Februari 2011

Wisata Mesir Sementara Ditutup

KOMPAS.com - Para pengusaha wisata rohani Islam di Indonesia untuk sementara tidak memasukkan Mesir sebagai tujuan wisata menyusul krisis yang terjadi di negara tersebut. "Memang ada beberapa perubahan sejak terjadinya krisis tersebut, dan itu pun bisa diatasi dengan perubahan tempat wisata rohani," kata Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), H. Baluki Ahmad, di Jakarta, Senin (7/2/2011).

Ditemui di sela pameran "The 2nd Umrah, Hajj, & Tourism International Fair 2011" yang diselenggarakan Himpuh, Bailuki mengatakan, para penyelenggara wisata rohani Islam segera mengubah tujuan wisata begitu terjadi krisis di Mesir.

Beberapa tempat yang menjadi alternatif pengganti adalah ke Yordania dan Palestina. "Perubahan tempat ini juga selalu dikomunikasikan masing-masing penyelenggara ke mereka yang berminat melakukan wisata rohani," katanya.

Penyelenggara wisata rohani biasanya memasukkan Mesir dalam satu paket perjalanan selain beberapa tujuan wisata lainnya.

Berkaitan dengan pelayanan kepada para wisatawan, lanjutnya, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan memberikan fasilitas terbaik. "Saat ini kami mengundang sekitar 70 pengusaha hotel, agen perjalanan dan maskapai penerbangan untuk ikut dalam pemeran umrah dan haji," katanya.

Pihaknya berharap terjadi banyak kontrak kerja sama antara anggota Himpuh dengan para pemangku kegiatan wisata bagi kaum muslim yang merupakan paket perjalanan umrah dan haji. Pameran yang akan berlangsung hingga Selasa (8/2/2011) itu akan diakhiri dengan presentasi bisnis dari beberapa pengusaha asal Timur Tengah.

Mengenai kapan wisata umrah mulai diberangkatkan, Bailuki mengatakan, pihaknya berupaya pada Februari ini sudah ada perusahaan yang memberangkatkan wisatawannya meski hingga saat ini pihak Kedutaan Besar Arab Saudi belum membuka layanan visa. "Hingga saat ini, pelayanan visa untuk umrah belum dibuka. Kami juga tidak tahu kenapa karena biasanya sudah dibuka," katanya seraya berharap Kedubes Arab Saudi bisa segera membuka layanan visa umrah.